PRESENTAZIONI

Dott. Riccardo Federico Rocca - Camera di commercio Italiana Sud Est Asiatico

S.E. Dang Khanh Thoai - Ambasciatore Repubblica Indonesia

S.E. Mohamad Oemar - Ambasciatore Repubblica del Vietnam

Dott.ssa Emilai Nardi - Tenute Silvio Nardi

Avv. Patricia de Masi Taddei Vasoli 

Dott. Giorgio Mani - Hydenia srl

Dott. Cesare Riccardi - Sace

RASSEGNA STAMPA

Promozione Turismo, Commercio ed Investimenti presso la Camera di Commercio Provincia di Macerata, Regione Marche - 20 marzo 2010. / Promosi Pariwisata, Perdagangan dan Investasi di Kamar Dagang Provinsi Macerata, Regione Marche -- 20 Maret 2010.

Macerata. Nel mezzo di una crisi economica globale, l’investimento italiano in Indonesia (2009) è al quinto posto tra i paesi dell’Unione europea (UE), con un investimento reale che raggiunge 41,1 milioni di US$.

Lo ha dichiarato l’Ambasciatore di Indonesia in Italia Mohamad Oemar sul miglioramento della cooperazione tra l’Indonesia e l’Italia di Macerata in materia di Turismo, Commercio ed Investimenti (TTI), (20.3.2010).

La conferenza è stata organizzata dall’Ambasciata (KBRI) di Roma in collaborazione con la Camera di Commercio Italiana per la regione del Sud-est asiatico, secondo decisione del Consigliere per gli affari socio-culturali (Pensosbud) dell’Ambasciata (KBRI) di Roma Musurifun Lajawa per  detikfinance.

L’Italia si posiziona nel Big Five degli investitori stranieri parte dell’UE in Indonesia dopo i Paesi Bassi ( 1,198.7 milioni di US $), Regno Unito (587,7 milioni di US $), Svizzera (132 milioni di US $) e Germania (103, 9 milioni di US $).

Secondo Oemar, l’entità delle realizzazioni degli investimenti stranieri in Indonesia è la prova evidente della maggior fiducia in tutto il mondo per l’economia indonesiana, che è riuscita a registrare una crescita in una scena di crisi economica globale.

Inoltre gli investimenti trovano un clima più favorevole, come dimostra il miglioramento del rating creditizio indonesiano da parte di Standard & Poor’s e Fitch Ratings e il mantenimento della stabilità politica e della sicurezza in Indonesia.

Oemar ha sottolineato l’importanza per gli imprenditori italiani di sviluppare relazioni di business nei settori automobilistico, aerospaziale e di altre industrie pesanti, oltre a rafforzare le relazioni commerciali nei settori tradizionali come mobili, tessuti, calzature, elettronica, pezzi di ricambio, olio di palma, carbone, energia e gas, cacao e caffè.

Come esempio ha mostrato che nel 2009 l’Indonesia ha esportato 150.000 vetture, 70.000 unità come CBU (completely build up) e 80.000 unità CKD (completely knocked down).

“L’Indonesia ha un elevato numero di manodopera e di qualità tecnica che è pronto a sostenere le industrie ad alta tecnologia come quello aerospaziale,” ha detto Oemar.

PT Dirgantara Indonesia, produttrice di vari tipi di aerei ed elicotteri, è stata nominata subcontraente di industrie aeronautiche importanti nel mondo come la Boeing, General Dynamics e Fokker.

D’altra parte, l’mbasciatore Oemar descrive il potenziale del turismo indonesiano, in particolare il turismo naturale e d’avventura riescono ad attirare molti italiani.

Gli investimenti italiani in Indonesia, per la maggior parte riservati a resort e ristoranti, hanno ancora molto potenziale da sviluppare, considerando il numero di terreni disponibili, e possono incentivare le visite turistiche estere in vari settori al di fuori delle località turistiche di Bali e di Java.

L’attività di promozione seguita da 45 imprenditori italiani parte dallo sforzo dell’Ambasciata indonesiana (KBRI) di Roma di tradurre i buoni rapporti amichevoli tra Italia e Indonesia, in una reale cooperazione in tutti i settori di reciproco interesse.

Fonte: detik Finance – 23 Marzo 2010

————————————————————————————————————————————

Macerata. Di tengah krisis ekonomi global, investasi Italia di Indonesia (2009) menempati peringkat kelima di antara negara-negara Uni Eropa (UE) dengan realisasi investasi mencapai US$ 41,1 juta.

Hal itu disampaikan Dubes RI untuk Italia Mohamad Oemar pada lokakarya mengenai peningkatan kerjasama pariwisata, perdagangan dan investasi (TTI) antara Indonesia dan Italia di Macerata, (20/3/2010).

Lokakarya ini diselenggarakan oleh KBRI Roma bekerjasama dengan Kadin Italia untuk wilayah Asia Tenggara, demikian disampaikan Konselor Pensosbud KBRI Roma Musurifun Lajawa kepada detikfinance.

Peringkat Italia sebagai Big Five investor asing dari UE di Indonesia itu berada di posisi setelah Belanda (US$ 1.198,7 juta), Inggris (US$ 587,7 juta), Swiss (US$ 132 juta) dan Jerman (US$ 103,9 juta).

Menurut Oemar, besarnya realisasi investasi asing di Indonesia merupakan bukti nyata dari peningkatan kepercayaan dunia terhadap perekonomian Indonesia, yang berhasil mencatat pertumbuhan di tengah krisis ekonomi global.

Selain itu iklim investasi juga semakin kondusif, seperti tercermin melalui peningkatan credit rating Indonesia dari Standard & Poor’s dan Fitch Rating serta terjaganya stabilitas politik dan keamanan di Indonesia.

Oemar menekankan pentingnya pengusaha Italia untuk mengembangkan hubungan bisnis dalam industri otomotif, kedirgantaraan dan industri berat lainnya, di samping peningkatkan hubungan perdagangan di sektor-sektor tradisional seperti mebel, tekstil, alas kaki, elektronik, suku cadang otomotif, minyak sawit, batu bara, energi dan gas bumi, kakao dan kopi.

Sebagai contoh dikemukakan pada tahun 2009 Indonesia berhasil mengekspor 150.000 mobil, sebanyak 70.000 unit dalam bentuk CBU (completely build up) dan 80.000 unit dalam bentuk CKD (completely knocked down).

“Indonesia mempunyai jumlah tenaga teknis yang kualitas dan jumlahnya siap untuk menunjang industri teknologi tinggi seperti kedirgantaraan,” tegas Oemar.

Dikatakan, PT Dirgantara Indonesia yang memproduksi berbagai jenis pesawat dan helikopter, juga telah dipercaya menjadi sub-kontraktor industri-industri pesawat terbang besar di dunia seperti Boeing, General Dynamic, dan Fokker.

Pada bagian lain, Dubes Oemar memaparkan potensi industri pariwisata Indonesia khususnya wisata alam dan wisata petualangan yang banyak diminati wisatawan Italia.

Investasi Italia di Indonesia yang sebagian besar berbentuk resort dan restoran, masih mempunyai potensi untuk dapat dikembangkan mengingat banyaknya lahan yang tersedia dan kunjungan wisman yang terus meningkat di berbagai daerah tujuan pariwisata di luar Bali dan Jawa.

Kegiatan promosi yang diikuti 45 pengusaha Italia ini merupakan bagian dari upaya KBRI Roma untuk menerjemahkan hubungan persahabatan antara Italia dan Indonesia, yang telah berlangsung baik selama ini ke dalam kerjasama nyata di segala bidang yang saling menguntungkan.

Sumber Berita: detik Finance – 23 March 2010  10:21  +7 GMT

Con la presenza dell'Ambasciatore vietnamita in Italia, Jang Khanh Thoai, il quale ha poi sostenuto che l'Indonesia e il Vietnam hanno un grande potenziale per lo sviluppo delle economie del Sud-Est Asiatico, soprattutto se si considera che il Sud-Est Asiatico è uno dei principali motori di sviluppo economico mondiale. / Dengan kehadiran Dubes Vietnam untuk Italia, Jang Khanh Thoai, maka disampaikan bahwa Indonsia dan Vietnam memegang potensi besar dalam pengembangan perekonomian Asia Tenggara -- terlebih mengingat bahwa Asia Tenggara merupakan salah satu mesin utama dalam pembangunan ekonomi dunia

Il Presidente della Camera di Commercio Italiana per il Sud-Est asiatico, Riccardo Federico Rocca, ha detto che complessivamente l'Indonesia e il Vietnam arrivano a formare una popolazione di mercato di 350 milioni di persone con un enorme potenziale di assorbimento ed incremento di relazioni di business tra l'Italia e i due Paesi. / Presiden Kamar Dagang Italia untuk Asia Tenggara, Riccardo Federico Rocca, menyampaikan bahwa kombinasi antara Indonesia dan Vietnam membentuk suatu pasar berpenduduk 350 juta manusia -- dengan potensi penyerapan dan peningkatan hubungan bisnis antara Italia dan kedua negara

L'Ambasciatore Oemar evidenzia che, nonostante la crisi economica globale, la crescita economica dell'Indonesia è stata del 4,5% nel 2009 ed è prevista del 5,6% nel 2010, come segno che ci sono opportunità per sviluppare ulteriormente le relazioni economiche tra Indonesia e Italia nel mezzo della crisi economica mondiale. / Dubes Oemar menyampaikan kepada forum walaupun terjadi krisi ekonomi global, namun pertumbuhan ekonomi Indonesia sebanyak 4,5% di tahun 2009 serta proyeksi pertumbuhan sebanyak 5,6% di tahun 2010 merupakan indikasi akan adanya kesempatan untuk terus mengembangkan hubungan ekonomi antara Indonesia dan Italia di tengah krisis ekonomi global

Insieme al Consigliere economico, Gulfan Afero, per discutere lo sviluppo della cooperazione aerospaziale con una società italiana. / Bersama Counsellor Ekonomi, Gulfan Afero, membahas mengenai pengembangan kerjasama industri kedirgantaraan dengan satu perusahaan Italia

Intervista all'Ambasciatore Oemar con una stampa locale. / Wawancara Dubes Oemar dengan pers setempat