Promozione
Turismo, Commercio ed Investimenti presso la Camera di
Commercio Provincia di Macerata, Regione Marche - 20
marzo 2010. / Promosi Pariwisata, Perdagangan dan
Investasi di Kamar Dagang Provinsi Macerata, Regione
Marche -- 20 Maret 2010.
Macerata.
Nel mezzo di una crisi economica globale,
l’investimento italiano in Indonesia (2009) è al quinto
posto tra i paesi dell’Unione europea (UE), con un
investimento reale che raggiunge 41,1 milioni di US$.
Lo
ha dichiarato l’Ambasciatore di Indonesia in Italia
Mohamad Oemar sul miglioramento della cooperazione tra
l’Indonesia e l’Italia di Macerata in materia di
Turismo, Commercio ed Investimenti (TTI), (20.3.2010).
La
conferenza è stata organizzata dall’Ambasciata (KBRI)
di Roma in collaborazione con la Camera di Commercio
Italiana per la regione del Sud-est asiatico, secondo
decisione del Consigliere per gli affari socio-culturali (Pensosbud)
dell’Ambasciata (KBRI) di Roma Musurifun Lajawa per
detikfinance.
L’Italia
si posiziona nel Big Five degli investitori stranieri
parte dell’UE in Indonesia dopo i Paesi Bassi ( 1,198.7
milioni di US $), Regno Unito (587,7 milioni di US $),
Svizzera (132 milioni di US $) e Germania (103, 9 milioni
di US $).
Secondo
Oemar, l’entità delle realizzazioni degli investimenti
stranieri in Indonesia è la prova evidente della maggior
fiducia in tutto il mondo per l’economia indonesiana,
che è riuscita a registrare una crescita in una scena di
crisi economica globale.
Inoltre
gli investimenti trovano un clima più favorevole, come
dimostra il miglioramento del rating creditizio
indonesiano da parte di Standard & Poor’s e Fitch
Ratings e il mantenimento della stabilità politica e
della sicurezza in Indonesia.
Oemar
ha sottolineato l’importanza per gli imprenditori
italiani di sviluppare relazioni di business nei settori
automobilistico, aerospaziale e di altre industrie
pesanti, oltre a rafforzare le relazioni commerciali nei
settori tradizionali come mobili, tessuti, calzature,
elettronica, pezzi di ricambio, olio di palma, carbone,
energia e gas, cacao e caffè.
Come
esempio ha mostrato che nel 2009 l’Indonesia ha
esportato 150.000 vetture, 70.000 unità come CBU (completely
build up) e 80.000 unità CKD (completely knocked
down).
“L’Indonesia
ha un elevato numero di manodopera e di qualità tecnica
che è pronto a sostenere le industrie ad alta tecnologia
come quello aerospaziale,” ha detto Oemar.
PT
Dirgantara Indonesia, produttrice di vari tipi di aerei ed
elicotteri, è stata nominata subcontraente di industrie
aeronautiche importanti nel mondo come la Boeing, General
Dynamics e Fokker.
D’altra
parte, l’mbasciatore Oemar descrive il potenziale del
turismo indonesiano, in particolare il turismo naturale e
d’avventura riescono ad attirare molti italiani.
Gli
investimenti italiani in Indonesia, per la maggior parte
riservati a resort e ristoranti, hanno ancora molto
potenziale da sviluppare, considerando il numero di
terreni disponibili, e possono incentivare le visite
turistiche estere in vari settori al di fuori delle
località turistiche di Bali e di Java.
L’attività
di promozione seguita da 45 imprenditori italiani parte
dallo sforzo dell’Ambasciata indonesiana (KBRI) di Roma
di tradurre i buoni rapporti amichevoli tra Italia e
Indonesia, in una reale cooperazione in tutti i settori di
reciproco interesse.
Fonte:
detik Finance – 23 Marzo 2010
————————————————————————————————————————————
Macerata.
Di tengah krisis ekonomi global, investasi Italia di
Indonesia (2009) menempati peringkat kelima di antara
negara-negara Uni Eropa (UE) dengan realisasi investasi
mencapai US$ 41,1 juta.
Hal
itu disampaikan Dubes RI untuk Italia Mohamad Oemar pada
lokakarya mengenai peningkatan kerjasama pariwisata,
perdagangan dan investasi (TTI) antara Indonesia dan
Italia di Macerata, (20/3/2010).
Lokakarya
ini diselenggarakan oleh KBRI Roma bekerjasama dengan
Kadin Italia untuk wilayah Asia Tenggara, demikian
disampaikan Konselor Pensosbud KBRI Roma Musurifun Lajawa
kepada detikfinance.
Peringkat
Italia sebagai Big Five investor asing dari UE di
Indonesia itu berada di posisi setelah Belanda (US$
1.198,7 juta), Inggris (US$ 587,7 juta), Swiss (US$ 132
juta) dan Jerman (US$ 103,9 juta).
Menurut
Oemar, besarnya realisasi investasi asing di Indonesia
merupakan bukti nyata dari peningkatan kepercayaan dunia
terhadap perekonomian Indonesia, yang berhasil mencatat
pertumbuhan di tengah krisis ekonomi global.
Selain
itu iklim investasi juga semakin kondusif, seperti
tercermin melalui peningkatan credit rating
Indonesia dari Standard & Poor’s dan Fitch Rating
serta terjaganya stabilitas politik dan keamanan di
Indonesia.
Oemar
menekankan pentingnya pengusaha Italia untuk mengembangkan
hubungan bisnis dalam industri otomotif, kedirgantaraan
dan industri berat lainnya, di samping peningkatkan
hubungan perdagangan di sektor-sektor tradisional seperti
mebel, tekstil, alas kaki, elektronik, suku cadang
otomotif, minyak sawit, batu bara, energi dan gas bumi,
kakao dan kopi.
Sebagai
contoh dikemukakan pada tahun 2009 Indonesia berhasil
mengekspor 150.000 mobil, sebanyak 70.000 unit dalam
bentuk CBU (completely build up) dan 80.000 unit
dalam bentuk CKD (completely knocked down).
“Indonesia
mempunyai jumlah tenaga teknis yang kualitas dan jumlahnya
siap untuk menunjang industri teknologi tinggi seperti
kedirgantaraan,” tegas Oemar.
Dikatakan,
PT Dirgantara Indonesia yang memproduksi berbagai jenis
pesawat dan helikopter, juga telah dipercaya menjadi
sub-kontraktor industri-industri pesawat terbang besar di
dunia seperti Boeing, General Dynamic, dan Fokker.
Pada
bagian lain, Dubes Oemar memaparkan potensi industri
pariwisata Indonesia khususnya wisata alam dan wisata
petualangan yang banyak diminati wisatawan Italia.
Investasi
Italia di Indonesia yang sebagian besar berbentuk resort
dan restoran, masih mempunyai potensi untuk dapat
dikembangkan mengingat banyaknya lahan yang tersedia dan
kunjungan wisman yang terus meningkat di berbagai daerah
tujuan pariwisata di luar Bali dan Jawa.
Kegiatan
promosi yang diikuti 45 pengusaha Italia ini merupakan
bagian dari upaya KBRI Roma untuk menerjemahkan hubungan
persahabatan antara Italia dan Indonesia, yang telah
berlangsung baik selama ini ke dalam kerjasama nyata di
segala bidang yang saling menguntungkan.
Sumber
Berita: detik Finance – 23 March 2010 10:21
+7 GMT
|